Berikut ini cara menghitung warisan sesuai Hukum Islam secara praktis dan mudah dipahami. Pembagian harta warisan sering kali menjadi topik yang sensitif dalam keluarga. Tidak jarang, kesalahpahaman muncul karena kurangnya pemahaman mengenai aturan yang berlaku. Dalam Islam, pembagian warisan telah diatur secara rinci dan jelas melalui Al-Qur’an dan hadis. Oleh karena itu, memahami Cara menghitung warisan sesuai hukum Islam secara praktis menjadi hal yang sangat penting agar pembagian harta dapat dilakukan secara adil dan sesuai syariat.
Artikel ini akan membahas Cara menghitung warisan sesuai hukum Islam dengan pendekatan praktis dan sistematis. Penjelasan disusun agar mudah dipahami oleh anda, meskipun belum memiliki latar belakang ilmu faraid. Dengan memahami dasar-dasar perhitungan warisan Islam, anda dapat menghindari kesalahan pembagian yang berpotensi menimbulkan konflik di kemudian hari.
Pengertian Warisan dalam Perspektif Hukum Islam

Dalam hukum Islam, warisan atau faraid adalah perpindahan hak kepemilikan harta dari seseorang yang telah meninggal dunia kepada ahli warisnya yang masih hidup, sesuai dengan ketentuan syariat. Pembagian ini bukan berdasarkan kehendak pribadi, melainkan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Hukum waris Islam bersifat mengikat bagi umat Islam. Artinya, pembagian warisan tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau hanya berdasarkan kesepakatan keluarga tanpa memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Dasar Hukum Pembagian Warisan dalam Islam
Aturan mengenai warisan dalam Islam bersumber dari Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Nisa, serta diperjelas melalui hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam ayat-ayat tersebut, Allah SWT telah menentukan bagian masing-masing ahli waris secara jelas.
Ketentuan ini bertujuan untuk menjaga keadilan, melindungi hak setiap ahli waris, serta mencegah terjadinya penindasan terhadap pihak yang lemah, seperti perempuan dan anak-anak.
Rukun dan Syarat Warisan dalam Islam

Adanya Pewaris
Pewaris adalah orang yang meninggal dunia dan meninggalkan harta yang dapat diwariskan kepada ahli warisnya.
Adanya Ahli Waris
Ahli waris adalah orang-orang yang berhak menerima harta warisan karena memiliki hubungan nasab, pernikahan, atau sebab lain yang dibenarkan oleh syariat.
Adanya Harta Warisan
Harta warisan adalah seluruh harta peninggalan pewaris setelah dikurangi kewajiban seperti utang, biaya pemakaman, dan wasiat.
Urutan Penyelesaian Harta Sebelum Dibagi
Sebelum masuk ke tahap pembagian, Islam mengatur urutan penyelesaian harta peninggalan. Tahapan ini tidak boleh dilanggar karena berkaitan langsung dengan keabsahan pembagian warisan.
Biaya Pengurusan Jenazah
Biaya pemakaman dan pengurusan jenazah diambil dari harta peninggalan pewaris.
Pelunasan Utang
Utang pewaris wajib dilunasi terlebih dahulu sebelum harta dibagikan kepada ahli waris.
Pelaksanaan Wasiat
Wasiat dapat dilaksanakan maksimal sepertiga dari total harta, selama tidak diberikan kepada ahli waris kecuali atas persetujuan seluruh ahli waris.
Mengenal Golongan Ahli Waris dalam Islam
Dalam hukum waris Islam, ahli waris dibagi ke dalam beberapa golongan dengan hak yang berbeda-beda.
Ahli Waris Dzawil Furudh
Golongan ini memiliki bagian tetap yang telah ditentukan, seperti ayah, ibu, suami, istri, dan anak perempuan.
Ahli Waris Ashabah
Ahli waris ini mendapatkan sisa harta setelah pembagian kepada dzawil furudh.
Ahli Waris Dzawil Arham
Golongan ini mendapatkan warisan jika tidak ada dzawil furudh dan ashabah.
Cara Menghitung Warisan Sesuai Hukum Islam Secara Praktis
Berikut langkah-langkah praktis yang dapat anda ikuti untuk memahami cara menghitung warisan sesuai hukum Islam dengan benar.
Langkah Pertama: Menentukan Total Harta Bersih
Hitung seluruh harta peninggalan pewaris, kemudian kurangi dengan biaya pemakaman, utang, dan wasiat. Hasilnya adalah harta bersih yang akan dibagikan.
Langkah Kedua: Menentukan Siapa Saja Ahli Waris
Identifikasi seluruh ahli waris yang masih hidup dan berhak menerima warisan sesuai hukum Islam.
Langkah Ketiga: Menentukan Bagian Masing-Masing Ahli Waris
Tentukan bagian setiap ahli waris berdasarkan ketentuan Al-Qur’an, seperti bagian anak laki-laki dua kali bagian anak perempuan.
Langkah Keempat: Melakukan Perhitungan Secara Proporsional
Hitung pembagian harta berdasarkan perbandingan bagian masing-masing ahli waris hingga seluruh harta terbagi habis.
Contoh Kasus Perhitungan Warisan Secara Sederhana
Misalnya, seseorang meninggal dunia meninggalkan istri, satu anak laki-laki, dan satu anak perempuan. Setelah dikurangi kewajiban, harta bersih sebesar seratus dua puluh juta rupiah.
Istri mendapatkan seperdelapan bagian karena pewaris memiliki anak. Sisanya dibagikan kepada anak-anak dengan perbandingan dua banding satu antara anak laki-laki dan perempuan.
Kesalahan Umum dalam Pembagian Warisan
Membagi Warisan Sebelum Melunasi Utang
Kesalahan ini sering terjadi dan dapat menyebabkan pembagian menjadi tidak sah menurut syariat.
Menyamaratakan Bagian Anak
Dalam Islam, bagian anak laki-laki dan perempuan berbeda dan tidak boleh disamakan.
Mengabaikan Hak Ahli Waris Tertentu
Setiap ahli waris yang berhak tidak boleh dihilangkan haknya tanpa alasan yang sah.
Manfaat Memahami Hukum Waris Islam Sejak Dini
Memahami cara menghitung warisan sesuai hukum Islam membantu anda dan keluarga mempersiapkan pembagian harta secara adil. Selain itu, pemahaman ini dapat mencegah konflik keluarga yang sering muncul akibat kesalahpahaman dalam pembagian warisan.
Pemahaman yang baik juga membantu anda menjalankan perintah agama dengan lebih sempurna, karena pembagian warisan termasuk bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Rekomendasi Tempat Konsultasi Waris Islam
Jika anda merasa kesulitan dalam melakukan perhitungan secara mandiri, anda dapat berkonsultasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang hukum waris Islam.
Kantor Urusan Agama
KUA dapat menjadi tempat awal untuk mendapatkan informasi dasar mengenai hukum waris Islam.
Konsultan Hukum Islam
Konsultan atau ahli faraid dapat membantu melakukan perhitungan secara detail dan akurat.
Lembaga Pendidikan atau Majelis Taklim
Beberapa lembaga menyediakan kajian khusus mengenai ilmu faraid yang dapat menambah pemahaman anda.
Memahami Cara menghitung warisan sesuai hukum Islam secara praktis merupakan langkah penting untuk memastikan pembagian harta dilakukan secara adil, benar, dan sesuai syariat. Dengan mengikuti tahapan yang tepat dan memahami hak masing-masing ahli waris, anda dapat menghindari kesalahan yang berpotensi menimbulkan konflik keluarga.
Semoga panduan ini membantu anda dalam menerapkan Cara menghitung warisan sesuai hukum Islam dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
Dapatkan informasi keuangan dan bisnis terbaik serta layanan Pinjaman dana Tunai Jaminan BPKB Mobil Dan BPKB Motor melalui layanan Pembiayaan BPKB. Solusi cepat kebutuhan informasi keuangan dan bisnis anda