Bagaimana cara buat Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank, simak disini. Dalam kondisi tertentu, seseorang tidak bisa datang langsung ke bank untuk melakukan transaksi penarikan dana. Misalnya karena sedang sakit, berada di luar kota, atau memiliki kesibukan mendesak. Dalam situasi seperti ini, solusi yang umum digunakan adalah membuat surat kuasa pengambilan uang di bank. Dokumen ini memberikan wewenang kepada orang lain untuk mengambil uang atas nama pemilik rekening secara sah.
Namun, tidak semua orang memahami cara membuat surat kuasa yang benar agar diterima oleh pihak bank. Kesalahan dalam penulisan, kurangnya dokumen pendukung, atau format yang tidak sesuai bisa membuat permohonan ditolak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui struktur, isi, dan persyaratan administrasi secara lengkap.
Artikel ini akan membahas secara rinci cara buat surat kuasa pengambilan uang di bank, lengkap dengan struktur penulisan, contoh isi, syarat dokumen, hingga tips agar proses di bank berjalan lancar.
Pengertian Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank

Surat kuasa pengambilan uang di bank adalah dokumen tertulis yang berisi pemberian wewenang dari pemilik rekening (pemberi kuasa) kepada pihak lain (penerima kuasa) untuk melakukan penarikan dana di bank tertentu.
Surat ini bersifat resmi dan biasanya digunakan untuk:
- Pengambilan uang tabungan.
- Pencairan deposito.
- Pencairan cek atau giro.
- Pengambilan dana karena pemilik rekening berhalangan hadir.
Karena menyangkut transaksi keuangan, bank akan memverifikasi keaslian surat dan identitas kedua belah pihak.
Kapan Surat Kuasa Dibutuhkan?
Beberapa kondisi yang membuat surat kuasa diperlukan antara lain:
- Pemilik rekening sedang dirawat di rumah sakit.
- Pemilik berada di luar kota atau luar negeri.
- Lansia yang kesulitan datang ke bank.
- Kesibukan pekerjaan yang tidak memungkinkan hadir langsung.
- Kondisi darurat yang membutuhkan perwakilan.
Dalam situasi tersebut, surat kuasa menjadi solusi legal agar transaksi tetap bisa dilakukan.
Struktur Surat Kuasa yang Benar

Agar surat kuasa pengambilan uang di bank diterima, perhatikan struktur berikut:
1. Judul Surat
Gunakan judul jelas di bagian atas, misalnya: Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank.
2. Identitas Pemberi Kuasa
Berisi data lengkap pemilik rekening:
- Nama lengkap sesuai KTP.
- Tempat dan tanggal lahir.
- Nomor KTP.
- Alamat lengkap.
- Nomor rekening.
3. Identitas Penerima Kuasa
Berisi data orang yang diberi kuasa:
- Nama lengkap.
- Nomor KTP.
- Alamat lengkap.
- Hubungan dengan pemberi kuasa (jika ada).
4. Isi Pemberian Kuasa
Bagian ini menjelaskan secara tegas bahwa penerima kuasa berhak mengambil sejumlah uang tertentu di bank yang disebutkan.
5. Tanggal dan Tanda Tangan
Surat harus ditandatangani oleh pemberi kuasa dan dibubuhi materai sesuai ketentuan yang berlaku.
Contoh Isi Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank
Berikut format sederhana yang bisa Anda gunakan:
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
- Nama: (Nama Pemberi Kuasa)
- No. KTP: (Nomor KTP)
- Alamat: (Alamat Lengkap)
- No. Rekening: (Nomor Rekening)
Dengan ini memberikan kuasa kepada:
- Nama: (Nama Penerima Kuasa)
- No. KTP: (Nomor KTP)
- Alamat: (Alamat Lengkap)
Untuk melakukan pengambilan uang pada rekening saya di Bank (Nama Bank) sebesar (jumlah dana) serta menandatangani dokumen yang diperlukan terkait transaksi tersebut.
Demikian surat kuasa ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.
(Tempat dan Tanggal)
(Tanda tangan + Materai)
Dokumen Pendukung yang Harus Disiapkan
Selain surat kuasa pengambilan uang di bank, biasanya bank meminta dokumen tambahan seperti:
- Fotokopi KTP pemberi kuasa.
- Fotokopi KTP penerima kuasa.
- Buku tabungan asli.
- Kartu ATM (jika diperlukan).
- Materai tempel.
- Surat keterangan tambahan jika diminta bank.
Beberapa bank juga meminta surat kuasa dilegalisir, terutama untuk nominal besar.
Tips Agar Surat Kuasa Tidak Ditolak
- Gunakan bahasa formal dan jelas.
- Tuliskan jumlah nominal secara spesifik.
- Pastikan tanda tangan sesuai KTP.
- Gunakan materai dan tanda tangan di atasnya.
- Hindari coretan atau kesalahan penulisan.
- Konfirmasi terlebih dahulu ke bank terkait kebijakan mereka.
Apakah Perlu Notaris?
Untuk nominal kecil hingga menengah, biasanya surat kuasa bermaterai sudah cukup. Namun untuk nominal besar, deposito, atau pencairan tertentu, bank bisa meminta surat kuasa yang dilegalisir notaris.
Jika Anda ragu, sebaiknya tanyakan langsung ke kantor cabang bank terkait.
Rekomendasi Tempat Mengurus Legalisasi Jika Diperlukan
Jika bank mensyaratkan legalisasi, Anda bisa mengunjungi:
- Kantor Notaris terdekat di kota Anda.
- Kantor kelurahan untuk legalisasi dokumen tertentu.
- Kantor cabang bank tempat rekening terdaftar untuk konfirmasi prosedur.
Pastikan membawa dokumen asli saat mengurus legalisasi.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
- Tidak mencantumkan nomor rekening.
- Nominal uang tidak ditulis jelas.
- Tidak menggunakan materai.
- Identitas tidak sesuai dengan KTP.
- Tanda tangan berbeda dengan dokumen resmi.
Kesalahan kecil seperti ini bisa memperlambat proses pencairan dana.
Membuat surat kuasa pengambilan uang di bank sebenarnya tidak sulit, asalkan memahami struktur dan persyaratan yang berlaku. Pastikan identitas lengkap, isi kuasa jelas, serta dilengkapi dokumen pendukung agar proses di bank berjalan lancar.
Sebelum datang ke bank, ada baiknya menghubungi pihak cabang untuk memastikan apakah diperlukan legalisasi tambahan. Dengan persiapan yang tepat, pengambilan dana melalui surat kuasa dapat dilakukan secara aman, sah, dan tanpa kendala.
Semoga panduan ini membantu Anda memahami cara buat surat kuasa pengambilan uang di bank dengan benar dan sesuai prosedur.
Dapatkan informasi keuangan dan bisnis terbaik serta layanan Pinjaman dana Tunai Jaminan BPKB Mobil Dan BPKB Motor melalui layanan Pembiayaan BPKB. Solusi cepat kebutuhan informasi keuangan dan bisnis anda